2010-05-1
Attacus atlas

AKTIVITAS ANTI-MIKROBIA KOKON Attacus atlas, L. (ANTI-MICROBIAL ACTIVITY OF Attacus atlasâ COCOON)
Faatih, Mukhlissul (2005) AKTIVITAS ANTI-MIKROBIA KOKON Attacus atlas, L. (ANTI-MICROBIAL ACTIVITY OF Attacus atlasâ COCOON). Sains dan Teknologi, Vol.6 (No.1). pp. 35-48. ISSN 1411-5174
|
PDF - Requires a PDF viewer such as GSview, Xpdf or Adobe Acrobat Reader 114Kb |
Abstract
Penelitian untuk menguji daya anti mikrobia kokon Attacus atlas dilakukan dengan menginokulasikan Aspergillus niger dan Bacillus subtilis pada media agar, kemudian diuji menggunakan metode agar difus. Hasil maserasi bubuk kokon dengan konsentrasi: 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5% serta kontrol diteteskan ke dalam sumuran yang telah dibuat sebanyak 50ml, lalu diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC. Pada pengujian ini diamati pertumbuhan mikrobia dan zona penghambatannya. Pengujian lembaran dan bubuk kokon A atlas sebagai pembungkus dan bahan pengawet makanan dilakukan dengan membungkus makanan yang terbuat dari tepung beras murni tanpa bahan pengawet. Sebagai kontrol digunakan makanan uji yang sama sekali tidak dibungkus, dibungkus plastik, dibungkus kertas alumunium foil dan dibungkus kertas pembungkus kertas biasa. Analisa kualitatif dilakukan dengan mengamati lamanya penghambatan dan banyaknya genera morfologi koloni mikrobia yang tumbuh. Analisa kuantitatif didasarkan pada luasan penutupan mikrobia pada makanan uji. Hasil pengujian mikrobia tidak menghasilkan zone penghambatan, karena ekstrak kokon tidak dapat berdifusi ke dalam media agar. Sedangkan pada pengujian aplikasi diperoleh hasil bahwa makanan yang dibungkus dengan lembaran kokon yang ditaburi dengan bubuk kokon tidak ditumbuhi mikrobia serta tidak rusak bentuk fisiknya. Mikrobia tumbuh pada makanan yang dibungkus dengan bahan pembungkus plastik, kertas alumunium foil dan kertas pembungkus biasa. Hal ini disebabkan oleh konformasi amphipatik yang dimiliki serat sutera yang apabila berinteraksi dengan membran sel mikrobia akan mempengaruhi permeabilitasnya. Hal ini menyebabkan daya difusi maupun osmosisnya terganggu yang pada akhirnya akan mengganggu metabolisme mikrobia.


Sri Purwanti just ordinary people, senang menuliskan apa yang Ia pikirkan

